[Close]
Tampilkan postingan dengan label Palestine - News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestine - News. Tampilkan semua postingan

Pesawat Tempur Israel Gelar Serangan Udara Malam ke Jalur Gaza, 2 Luka-luka

Rabu, 18 Agustus 2010


Gaza – Infopalestina: Koresponden Infopalestina menegaskan bahwa pesawat tempur Israel Selasa malam (17/8) menggelar serangkaian serangan udara ke sejumlah titik di Jalur Gaza. Bahkan intensitas serangan hingga lima kali yang menyebabkan dua korban luka-luka.

Koresponden Infopalestina mengatakan, pesawat tempur Israel menyerang kampung Salam di timur Rafah. Selain itu, pesawat Israel juga menggelar dua serangan udara di wilayah kosong di sebelah timur kampung Zaitun, selatan Gaza City. Pesawat itu menyerang bangunan Tel Katev dekat perusahaan dan pabrik tepung antara distrik Tengah dan distrik Khan Yunis.

Di sisi lain, kepala UGD di Kementerian Kesehatan Palestina Dr. Muawiyah Husnain menegaskan dalam pernyataan ekslusifkan kepada Infopalestina bahwa jumlah korban luka akibat serangan udara Israel di sejumlah distrik di Jalur Gaza hingga kini berjumlah dua orang luka. Namun itu baru korban serangan terhadap wilayah Jani Tal 2.

Sebelumnya, F-16 Israel beberapa saat lalu menyerangan sebuah terowongan di wilayah Jaradat timur Rafah selatan Jalur Gaza.

Serangan Israel ini dilakukan pada saat Israel menebar ancaman akan melakukan serangan-serangan baru ke sejumlah target wilayah di Jalur Gaza.

(bn-bsyr)infopalestina.com/ms/

Kematian Menanti Ratusan Pasien Akibat Terputusnya Listrik di Gaza

Rabu, 11 Agustus 2010


Gaza – Infopalestina: Ratusan pasien terpasung di rumah sakit Al-Syifa Gaza. Mereka menunggu detik-detik kematian mendekati mereka, menyusul terputusanya aliran listrik yang mengakibat sejumlah alat medis tidak berfungsi.

Bersamaan dengan detak jarum jam, jantung mereka berdetak, sambil berharap Allah tidak memutuskan aliran lsitrik mereka hingga kematian itu tak datang tiba-tiba atau kondisi kesehatan mereka terus menurun.

Koresponden infopalestina sengaja melakukan perjalanan ke rumah sakit Al-Syifa untuk mencari tahu sejauh mana krisis listrik dan pengaruhnya terhadap para pasien dan alat-alat medis yang menggunakan tenaga listrik.

Bagian laboratorium

Abdul qadir Athal, wakil direktur laboratorium di rumah sakit Daru Syifa berbicara pada koresponden infopalestina tentang kondisi tiga alat pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah. Saat ini rumah sakit beroperasi dalam keadaan darurat, aibat terputusnya aliran listrik. Dan kami di sini di bagian laboratorium mengalami banyak kesulitan. Karena bagian darah memerlukan alat-alat khusus yang menggunakan aliran listrik. Suhu darah harus selalu setabil, sebagiannya perlu pada susu panas dibawah nol bahkan yang lainya butuh 70 derajat celcius.

Ia menjelaskan, ada sejumlah alat yang sangat tergantung dengan aliran listrik. Pemadaman listrik menyebabkan alat tersebut tidak memberikan getaran yang sesuai atau suhu yang tetap hingga menyebabkan kerusakan unit-unit dan platelet.

Ia juga mengisyaratkan, selain itu ada sejumlah peralatan yang sensitif yang terpengaruh oleh pemadaman listrik terus, seperti scanner pembekuan darah, dan peralatan uji kimia, yang luar biasa, mengingat transfer listrik dari generator alami menyebabkan kerusakan dalam perangkat tersebut dan ketidakmampuan untuk memperbaikinya. Selain kesulitan untuk menyediakan suku cadang akibat blokade dan mencegah masuknya suku cadang tersebut.

Unit Perawatan Intensiv

Di pihak lain, Dr. Ahmed Ja'rour bagian Salah seorang dokter di bagian perawatan intensif Al-Syifa menyebutkan, "Bagian ini adalah yang paling penting dan bagian paling berbahaya di rumah sakit, karena sejumlah pasien masih terhubung dengan alat-alat tersebut. Apapun kondisinya dapat mempengaruhi kehidupan setiap pasien.

Unit Cuci Darah

Warga Sa’diyah Abu Afash (53 tahun), pasien yang menderita gagal ginjal dan sangat membutuhkan cuci darah dengan interval sering. Ia mengatakan, saya mengalami kekacauan darah akibat terputusnya listrik dan berhentinya alat tersebut. Dalam kondisi ini kami sangat membutuhkan transfer unit darah untuk menggantikan darahku yang hilang. Kondisi ini sering aku alami sepanjang tahun, tetapi al-Hamdulillah semua ini berakhir dengan kebaikan.

Di sisi lain, Abu Afash meminta pejabat terkait dapat memberikan bantuan seperlunya untuk kasus seperti ini. Misalnya dengan memasukan bahan bakar sehingga tidak terjadi lagi kondisi yang buruk tersebut.

Genset Sebagai Pengganti Listrik

Di sisi lain, Muawiya Hassanein, direktur Unit Darurat di Departemen Kesehatan Palestina menyatakan, berhentinya pembangkit listrik utama di Gaza sangat berpengaruh secara negatif tehadap semua layanan kesehatan. Ia menambahkan, diantara sektor yang paling terpengaruh dari terhentinya listrik ini ini adalah unit perawatan intensif, perawatan jantung, perawatan anak dan bagian bedah. Akibat dari terhentinya listrik dapat terjadi komplikasi dan konsekuensi yang mengerikan. Ungkapnya. (asy)

Infopalestina.com/ms

Tim Medis Indonesia Masuk Jalur Gaza

Jumat, 16 Juli 2010


GazaDinas Pelintasan dan Perbatasan Palestina, Kamis (15/7) menyatakan delegasi tim medis dari Indonesia berhasil masuk Jalur Gaza melalui gerbang Rafah yang berbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina di Gaza, Dinas Pelintasan menyebutkan, “Pihak berwenang Mesir hanya mengizinkan masuknya 9 anggota tim medis dari Indonesia dan menolak 21 relawan lainnya, dengan dalih mereka tidak memiliki kelengkapan bekas untuk bisa masuk Jalur Gaza.”

Dinas Pelintasan menjelaskan delegasi tim medis Indonesia masuk Jalur Gaza dengan membawa koper-koper berisi obat-obatan dan alat medis sumbangan dari Bulan Sabit Merah Indonesia. Meurutnya, kunjungan ini hanya berlangsung selama satu hari saja.

Sebelumnya Asosiasi Profesi Yordania menyatakan bahwa pihak berwenang Mesir telah menyampaikan kepada pihak Yordania bahwa Mesir menolak masuknya konvoi bantuan kemanusiaan Yordania “Anshar 1” ke Jalur Gaza. Kovoi ini terdiri dari para tokoh partai dan asosiasi professional Yordania.

(asw) Infopalestina:

Mesir Larang Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza

Selasa, 08 Juni 2010


Rafah – Pemerintah Mesir melarang masuknya komvoi bantuan kemanusiaan dari“Delegeasi Kebebasan 2” yang terdiri dari Sembilan anggota parlemen Mesir yang membawa bahan-bahan bangunan, semen dan besi masuk Gaza.

Keputusan ini diambil menyusul penangkapan terhadap seseorang yang berada di empat container saat melintasi perbatasan Rafah.

Dalam hal ini, Hazim Faruq, salah satu anggota parlemen yang ikut dalam rombongan armada kemanusiaan 1 yang diserang Zionis di perairan internasional, Senin (31/5) mengatakan, kami terkejut dengan tindakan keamanan Mesir yang menjabel container kita yang membawa bahan bangunan serta semen. Mereka juga merampas surat izin masuk dari sopir yang mengangkut bahan bantuan tersebut serta mengancamnya akan dipenjarakan. Padahal kita sudah masuk wilayah gaza sejauh 20 km. Setelah kami pastikan ternyata mereka tidak akan mengizinkan bantuan itu masuk Gaza.

Ia menambahkan, menurut warga sekitar keamanan Mesir tidak pernah mengizinkan masuknya sepotong besipun untuk Gaza. sebelumnya kami tidak mempercayainya, tetapi sekarang semuanya terbukti. Padahal kami telah berkoordinasi dengan Liga Arab dan telah mendapatkan bantuan dari rakyat untuk menyampaikanya pada rakyat Palestina.

Di pihak lain, fraksi Reformasi dan perbaikan Hamas di parlemen Palestina mengecam keputusan pemerintah Mesir tersebut. Dallam keterangan Hamas menyerukan pemerintah Mesir untuk membuka perlintasan secara permanen untuk memenuhi semua kebutuhan warga yang terblokir. Hamas meminta rakyat Mesir bersikap tegas kepada pemerintahnya untuk menolong saudaranya yang terisolaso sejak empat tahun lalu.

Sejumlah aleg Islam di Tepi Barat bahkan meminta ulama-ulama Mesir untuk memimpin ummatnya berperan active dalam pembebasan blokade Gaza, terutama setelah munculnya kebijakan-kebijakan pemerintahnya yang menolak masuknya bahan bantuan untuk raktar Gaza serta menutup perlintasan Rafag kembali. (asy)

Infopalestina

Inilah sikap Mesir yang telah dipengaruhi satanic zionist

Save palestine - No Mesir

Pembajakan Flottila Membuka Pintu Neraka Buat Israel

Senin, 07 Juni 2010


Gaza Menteri Dalam Negeri Palestina Said Fathi Hamad, menegaskan bahwa pembajakan dan kejahatan Zionis terhadap aktivis solidaritas internasional di kapal Freedom Flotilla telah membuka pintu neraka bagi entitas Zionis, karena harus dikejar-kejar secara politik, hukum dan media.

Hamad mengatakan, Ahad malam (6/6), "Reputasi penjajah telah rusak parah sekali. Tidak ada lagi yang berdiri di samping penjajah Israel kecuali pemerintah Amerika dan beberapa pemerintahan Barat di tingkat resmi saja, karena rakyat akar rumput marah atas apa yang terjadi."

Dia menambahkan, "Kapal-kapal pembebasan blokade, meskipun tidak mencapai Jalur Gaza, namun kapal-kapal terebut telah menempatkan isu blokade di jantung dunia dari sisi media, demonstrasi dan aksi-aksi lainnya. Kapal-kapal terebut telah menghidupkan kembali isu blokade yang diderita oleh rakyat Palestina di Jalur Gaza yang sudah berlangsung hingga tahun keempat berturut-turut."

Menteri Dalam Negeri Palestina ini mengatakan bahwa konvoi kapal-kapal armada kebebasan ini telah membuat Jalur Gaza menjadi poros dari banyak kebijakan. Dia menegaskan bahwa Turki telah menghidupkan kembali semangat khalifah Islam dan menjadikan Gaza sebagai gerbang kembalinya Turki.

Dalam konteks yang sama; Hamad meminta pihak berwenang Mesir untuk membuka gerbang Rafah, satu-satunya yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar, secara permanen tanpa dikurangi, serta membebaskan blokade secara final.

Dia mengatakan, "Pembukaan gerbang Rafah merupakan hal yang baik. Tetapi yang harus dilakukan pemerintah Mesir adalah mengizinkan masuknya barang, bantuan dan bahan bangunan untuk rekonstruksi ke Jalur Gaza, dan tidak hanya untuk penyeberangan pasien saja. Dia menyatakan bahwa Mesir masih memainkan peran kembalinya beberapa tokoh Palestina yang melakukan perjalanan ke luar negeri. (asw)

Infopalestina

Tokoh Nasional: Ancaman Zionis Bersifat Agresi


Gaza – Infopalestina : Ancaman Zionis ditingkat pemerintahan maupun public opini demi menghentikan lajunya “Armada Kebebasan” yang membawa sejumlah relawan dari parlemen Arab maupun asing bersifat agresi.

Juru bicara gerakan Hamas di wilayah tengah, Yusuf Afrhat dalam pernyataan persnya, Ahad (30/5) menegaskan, mengisyaratkan, Israel menggunakan bahasa ancaman dan tekanan, karena menurutnya cara seperti ini akan memberikan efek tekanan secara opini untuk menekan blockade.

Sebenarnya Israel mempunyai alternative untuk menangani krisis ini. Hanya ada dua pilihan bagi Israel dalam hal ini, mengizinkan kapal-kapal tersebut masuk Gaza, tampaknya pilihan ini yang akan diambil Zionis. Kedua, melarang kapal-kapal tersebut masuk Gaza dengan resiko ia akan dikucilkan dan mendapat masalah di dunia internasional, ungkap Farhat.

Terkait dengan adanya sejumlah anggota parlemen Eropa dalam armada ini, Farhat menyebutkan, konidisi ini akan membentuk tekanan tersendiri bagi Zionis dan para pemimpinnya untuk membebaskan blockade dai Gaza. Karena seperti para duta negaranya. Dilain pihak akan menjadi alat dukungan bagi rakyat Palestina di Gaza. Disamping akan membentuk sikap resmi dunia untuk mencabut blockade atas Gaza.

Farhat menegaskan, ancaman Zionis tidak akan membuat mundur penghuni armada kebebasan untuk terus menuju Gaza. Para delegasi itu, sudah merencanakan masuk Gaza. Semangan yang ada sekarang adalah, “Harta, jiwa dan raga kami korbankan untukmu wahai Gaza”.

Di pihak lain, Dr. Abdurrahman Jamal wakil fraksi di parlemen Palestina mengatakan, pernyataan militer Zionis yang akan menghalangi datangnya kapal kebebasan menjadi bukti nyata atas kebodohan dan kesombongan mereka. Salah satu sebabnya mungkin mereka mengira ada di atas undang-undang. Tekad armada dan orang-orang yang berada di dalamnya merupakan tantangan tersendiri bagi Zionis yang menyebabkan negeri itu dihadapkan pada dilemma opini dan politik yang besar.

Bagi Israel sama saja, apakah ia akan mengizinkan kapal tersebut masuk Gaza atau tidak, maka misi kemanusiaan pada Gaza sudah sampai dan akan terus sampai. Israel memblokade Gaza tanpa sedikitpun hak. Ia menggunakan semua cara tak berprikemanusiaan demi memaksakan kehendaknya agara rakyat Palestina mengakui eksistensinya dan melepaskan hak-hak pengungsi maupun tawananya.

Dalam hal ini, Jamal menyambut datangnya pihak-pihak independent di dalam kapal. “Kalian di Gaza akan disambut, janganlah putus asa. Rakyat kami berada di pihak kalian dan mendukung pilihan kalian. Mereka akan mendukung dengan setia kedatangan kalian. Ia menyerukan rakyat Palestina untuk keluar menyambut datangnya para tamu kebebasan datang.

Sementara itu, Dr. Abdullah Jarbu menganggap usaha pihak independent ini sudah benar dalam mendukung diadakanya KTT penghapusan blockade. (asy)

Infopalestina

ISRAEL, AMERIKA, INGGRIS, PRANCIS, MESIR

Israel manusia kah kalian ?? atau hewan bahkan Iblis yang ada di jiwa yang di lapisi tubuh manusia kalian ini???? Apa yang kalian rasakanan saat menghancurkan sebuah masjid, rumah sakit, sekolah? Dan apa yang kalian rasakan saat kalian menembaki ambulan dan melukai petugasnya saat ingin membawa korban tewas akibat ulah mereka, apa yang yg kalian rasakan saat membunuh wanita yang berada di reruntuhan yang telah mengibarkan bendera putih, seorang anak yang tidak tahu apa-apa, sebuah keluarga beserta anak dalam sebuah mobi yang tidak bersalah, sebuah keluarga yang berada di rumah yang sedang makan siang bersama keluarganya, bahkan seorang utusan PBB untuk bantuan kemanusiaan di sana!!??? Apa yang kalian rasakan ketika melihat tangan kalian di penuhi darah anak-anak tidak berdosa??? Apakah kalian merasa benar ata tindakan yang kalian lakukan???


Maka Dunia Jawablah!!!! Mana Hukum Perang ??? Mana Ham ? Mana PBB? Dimana Hati Nurani Kalian Semua????

Jelaskanlah Inggris dan Amerika jawaban dari kalian atas pertanyaan saya di atas bila memang saya salah ???? Bukankan kalian yang selalu memveto sebuah resolusi yang di tawarkan untuk gencatan senjata ????

Jelaskanlah Perancis, jawablah sarkozy, pertanyaan saya

??? Bukankah kalian yang selalu menyalahkan hamas padahal korban jatuh disebabkan senjata” milik israel ??

Jelaskanlah Mesir ??? Bukankah kalian yang pertamakali mengirim pasukan ke perbatasan untuk menutup perbatasan saat warga palestina hendak menyelamatkan diri ???

Jawablah !!!! Apa saya yang gila bertanya ini semua pada mereka ???

apa salah dari negara palestine ???

Tanggapan dunia ....????

Setelah serangan Israel ke palestin memang banyak umat muslim di Indonesia bahkan di seluruh dunia geram dan meniatkan diri ingin berjihad pergi kesana membantu rakyat palestina. Bagaimana tidak?! Israel sudah sangat keterlaluan!!! Mereka tidak mengindahkan hukum perangan mereka melanggar HAM, bukan hanya sekedar perang bahkan anak” dan wanita pun ikut di bunuh!! Hingga kabar terbaru saat ini korban meningal dunia sudah mencapai 800an orang, itu pun belum termasuk orang” tertimpa teruntuhan yang belum ikut terdata karena dari pihak Israel melarang mengangkut mayat yang tertimpa reruntuhan.
Namun dalam bahasan itu saya tidak akan membahas tentang itu melainkan tindakan Jihad pergi ke palestina tindakan yang tepatkah? Dalam islam Jihad itu memiliki ganjaran yang besar, selain di jamin masuk surga tanpa di hisab, juga bias memberi syafaat kepada 70 saudaranya pada saat nanti di hari Kiamat. Teman saya pernah mengatakan apabila anda mencintai Ibu, Ayah, adik, kakak, atau saudara yang lain maka berjihadlah!!!
Untuk kondisi saat menurut saya tidak tepat berjihad tanpa adanya strategi dan perencanaan yang tepat, malah akan jadi konyol. Pasalnya jalur gaza di tutup dari berbagi penjuru dan jalur satu”satunya melalui jalur Perbatasan di Raffah. Untuk melewati itu rombongan bantuan kemanusiaan saja akan di cek hingga 4X. Apalagi mana mungkin bisa melewati cek itu kalo alasannya ingin berjihad?? ”Jadi mustahil bisa masuk kegaza para relawan yang ingin berJihad” ungkap duta besar Indonesia untuk Mesir. Menggunakan pesawat lalu terjun payung, lebih konyol lagi malah mati ditembaki dari bawah. Mau menyerang Israet lewat yordania syiria, atau libanon yang berbatasan langsung dengan Israel, apakah boleh dalam Islam? Daerah Israel yang lain kan tidak dalam keadaan perang, dan dalam islam tidak bisa berjihad bila tidak dalam keadaan perang. Ada cara lain yaitu lewat terowongan” yang di buat hamas yang menghubungkan Mesir dengan Gaza. Namun itu pun masih belum jelas karena sebagian besar terowongan itu sudah di hancurkan oleh Israel. Maka apa tindakan kita yang ada di indonesia untuk sedikit banyaknya membantu perjuangan Palestina?
Kemarin saya lihat di TV ONE aksi penduduk Malaysia untuk membantu perjuangan palestina dengan cara memboikot barang produksi mereka. Ya benar itu cara yang bagus dan mungkin cara itu lebih efektif yaitu HANCURKAN EKONOMI MEREKA lewat BOYKOT produk” produksi mereka. Seperti Coca-cola, KFC, STARBUCKS, dll.

Al Aqsha

Jaringan "Advokasi Masjid" Khawatirkan Ambruknya al Aqsha Segera
Alquds – Infopalestina : Jaringan “Advokasi Mesjid" mengungkapkan kekhawatirannya yang tinggi dan mendalam atas ambruknya masjid al Aqsha oleh tangan otoritas Zionis, khususnya di tengah-tengah dukungan global dan regional kepada entitas Zionis Israel; untuk melaksanakan rencana yahudisasinya terhadap al Quds dan masjid al Aqsha.

Jaringan Advokasi Masjid dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (27/7), yang salinannya diterima koresponen Infopalestina, mengatakan, "Di tengah-tengah meningkatnya serangan Zionis Yahudi pada kota Al Quds dan masjid al Aqsha khususnya, dan bersamaan dengan perluasan praktek-praktek yahudisasi yang disponsori oleh negara penjajah Zionis dan lobi Zionis di seluruh dunia, melalui pelaksanaan kebijakan rasis oleh otoritas penjajah Zionis di kota Al Quds dan warganya; mulai dari penghancuran rumah dan harta benda, penyitaan tanah dan properti, di samping terus berlanjutnya penggalian terowongan di bawah masjid Al Aqsha; maka jaringan "Advokasi Masjid" menyatakan kekhawatiran yang tinggi dan mendalam atas ambruknya masjid Al Aqsha di tangan otoritas penjajah Zionis, terutama karena penjajah mendapatkan dukungan tingkat global dan regional untuk melaksanakan rencana yahudisasinya terhadap kota Al Quds dan Masjid Al Aqsha."

Advokasi Masjid melihat bahwa bahaya yang mengancam Al Quds dan masjid al Aqsha semakin meluas dan membesar dari hari ke hari, terutama setelah sikap diam dan membisu Arab dan umat Islam serta seluruh dunia terhadap bahaya yang mengancam tempat-tempat suci di al Quds dan al Aqsha."

Advokasi Masjid kembali menyerukan kepada masyarakat Arab dan Islam, di manapun mereka berada, untuk melakukan mobilisasi umum guna membela Masjid Al-Aqsha dan Al Quds, membuat rencana sistematis dan terkaji untuk menghadapi penjajah dan siasat rasisnya di Al Quds dan Al Aqsha.

Advokasi Masjid juga menyerukan kepada warga Arab dan kaum muslimin untuk membantu warga al Quds dan mendukung perjuangan mereka menghadapi serangan rasisme penjajah , dan menegaskan bahwa hal itu dengan dukungan materi dan moral. (seto)

Serangkaian Serangan dan Penindasan ke Masjid Al-Aqsha

jama'ah masjid dilarang masuk oleh polisi Zionis Israel

Al Jazeera Net

16 orang terluka dan lainya ditangkap dalam operasi Zionis pagi ini (28/9), menyusul bentrokan kelompok radikal Yahudi berusaha menyerbu Haram Al-Sharif bertepatann dengan hari “pengampunan”. Peristiwa ini mengingatkan kita pada serangkaian serangan terhadap al-Haram Al-Qudsi oleh Israel bersama kelompok radikal Yahudi sejak pendudukan tahun 1967 hingga hari ini. Yang paling anyar adalah serangan kelompok radikal Yahudi pada Ahad lalu (25/10) dibawa kawalan polisi Zionis Israel ke halaman masjid Al-Aqsha. Namun upaya itu dihadang oleh jama'ah masjid hingga menimbulkan 10 korban luka dan 15 lainnya ditangkap pihak Zionis Israel. Berikut rincian serangan dan penindasan tersebut:

Pada tahun 1967, setelah perang di bulan Juni, tentara Israel menduduki Tembok Barat dan menyita bagian dari Waqaf Masjid Al-Aqsa .

Mereka membongkar wilayah Magharibah dan menghancurkan 138 gedung, termasuk didalamnya sekolah favorit dan Al-Jami Buraq serta Masjid Magharibah. Kemudian berlanjut pada serangkaian serangan lainya.

Pada 9 Agustus 1969, seorang rabi di militer Zionis, Shlomo Goren masuk ke Al-Haram Al-Quds memimpin geng Yahudi yang berjumlah sekitar lima puluh orang untuk menunaikan "doa" di dalamnya.

Pada 21 Agustus 1969, orang Yahudi radikal berkewarganegaraan Australia bernama Michael Dennis Rohan membakar Masjid Al Aqsa, yang mengakibatkan kehancuran mimbar Salahuddin yang berusia lebih dari delapan ratus tahun serta langit-langit atapnya juga ikut terbakar.

Pada 2 November 1969 Yigal Alon, Wakil Perdana Menteri Israel dan para pembantunya memasuki Al-Haram Al-Quds.

Pada 11 Juli 1971 kelompok gerakan Betar yang terdiri dari 12 anak muda memasuki Masjid al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah didalamnya.

Pada 22 Juli 1971 sekelompok gerakan Betar melakukan doa di Al-Haram Al-Quds.

Pada 14 Januari 1989, beberapa anggota Knesset melakukan tindakan provokatif dengan menggelar bacaan yang suka disebut "rahmat suci" di dalam Al-Aqsha dengan pengawalan ketat kepolisian Israel.

Pada 18 Oktober 1990, ekstremis Yahudi meletakkan batu pertama untuk pembangunan Haikal yang mereka klaim berada di areal Al-Haram Al-Quds. Sementara itu ribuan Palestina bangkit berupaya menghentikannya, hingga terjadinya bentrokan dan masuknya tentara Israel. Mereka menembaki warga yang menyebabkan 21 orang gugur syahid dan 150 lainya luka-luka.

Pada 28 September 2000, mantan perdana menteri Israel yang saat itu pemimpin Partai Likud Ariel Sharon, menyerbu Masjid Al-Aqsha Masjid dikawal puluhan orang bersenjata, hingga memicu meletusnya intifadah Al-Aqsa, yang menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina.

Pada 23 Juli 2007, sekitar tiga ratus yahudi menyerbu Al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah di dalamnya.

Pada 16 September 2008, kelompok Yahudi ekstremis menyerbu halaman Al-Aqsa Masjid dari Gerbang Magharibah.

Pada 9 Oktober 2008 sejumlah kelompok besar pemukim dan rabi serta politisi Israel dibawah penjagaan katat kepolisian Israel melakukan aksi yahudisasi di wilayah Al-Ahram Syarif.

Pada 9 Februari 2009, ratusan wisatawan dan turis Israel yang mengenakan "pakaian seronok" memasuki Masjid Al-Aqsa.

Pada 11 Maret 2009, sekelompok orang yang terdiri dari tiga puluh ultra kanan Yahudi mengenakan pakaian yang tidak pantas menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha untuk menggelar upacara keagamaan.

Pada 14 April 2009, puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi.

Pada 24 September 2009, anggota unit "ahli bahan peledak" dalam kawalan kepolisian Israel menyerbu Masjid Al Aqsa dan jalan-jalan di dalamnya.

Pada 27 September 2009, terjadi bentrokan dengan polisi Israel dan kelompok Yahudi di dalam Haram al-Sharif dan di depan gerbangnya yang mengakibatkan 16 warga Palestina cidera dan lainya ditangkap.

Bentrokan itu terjadi setelah polisi Israel menyerbu halaman masjid dari gerbang Magharibah dan menembaki jama’ah shalat dengan peluru dan granat suara. Mereka berupaya membubarkan barisan kaum muslimin yang berjaga-jaga di gerbang Al-Aqsha untuk menghalau serangan kelompok radikal. (asy)