[Close]
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Aplikasi Indonesia Menang Tantangan BlackBerry

Senin, 22 November 2010


Screenshot Love Indonesia (rim)

Jakarta - Satu lagi aplikasi buatan Indonesia berprestasi di kancah internasional. Love Indonesia dinyatakan sebagai pemenang tantangan Super Apps dari Research In Motion untuk wilayah Asia Pasifik.

Ini menempatkan Love Indonesia sejajar dengan aplikasi lain seperti Poynt, Vlingo Plus - Voice App dan UbiNav EU. Ketiga aplikasi itu juga merupakan juara 'Super Apps' di masing-masing wilayah.

Seperti disampaikan dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (20/11/2010), para pemenang akan mendapatkan paket bernilai lebih dari USD 85 ribu (sekitar Rp 758 juta). Ini termasuk keanggotaan khusus di BlackBerry Alliance Program.

Love Indonesia merupakan aplikasi yang menampilkan informasi, panduan, review dan promo serta diskon di Indonesia. Informasi yang didapatkan bisa mencakup restoran, hotel, belanja, film dan lainnya.

Pynt adalah pemenang untuk wilayah Amerika Utara. Aplikasi ini juga digunakan untuk mencari informasi di wilayah tertentu, seperti restoran, film hingga harga bensin di AS.

Vlingo Plus - Voice App, pemenang untuk wilayah Amerika Latin, merupakan aplikasi jejaring sosial dengan kemampuan berbicara. Ubinav EU, untuk wilayah Eropa - Timur Tengah - Afrika, merupakan aplikasi peta dan navigasi berbasis GPS.

"Selamat kepada para pemenang yang berhasil memboyong penghargaan tertinggi di masing-masing wilayah tahun ini," kata Kevin Talbot, Co-managing Partner di BlackBerry Partners Fund.

( wsh / wsh )

Selamat Datang Ramadan

Selasa, 10 Agustus 2010



..Marhaban Ya Ramadan..

Syukur Alhamdulillah kita masih bisa menjumpai bulan ramadan ditahun ini.
MALAM ini, seluruh umat Islam akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1431 H. Marhaban ya Ramadan.
Selamat datang wahai bulan yang disucikan Allah. Bulan mulia, penghulu dari segala bulan. Saudaraku, bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatan untuk mengecap indahnya beribadah di bulan mulia ini. Tidak ada bulan yang paling mulia selain Ramadan. “Bahkan, Rasulullah SAW menggelari bulan ini sebagai syahrul mubarak. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dosa bagi tiap hamba Allah,”

Berlombalah dalam beribadah dan beramal soleh di bulan ramadan yang penuh ampunan ini...dan semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT..Amin....

''Selamat Menunaikan Ibadah Puasa untuk umat muslim diseluruh penjuru dunia''

Pakistan Ringkus Kelompok Hacker Terkenal

Sabtu, 24 Juli 2010

ISLAMABAD - Pihak berwenang Pakistan mengatakan pada hari Kamis mereka telah melacak sekelompok hacker dan menangkap lima tersangka yang terlibat dalam mengganti tampilan situ (deface) ribuan situs domestik dan internasional.
Para "hacker internasional" ditangkap dalam sebuah operasi skala negara selama beberapa minggu terakhir, kata perwira senior Federal Investigation Agency (FIA) Mian Idrees kepada AFP.

"Kami telah menangkap kelompok hacker terkenal '' Pakbugs 'dan menangkap lima anggota kelompok ini," katanya.

Pihak berwenang menyita komputer dan peralatan lainnya yang digunakan dalam berbagai kejahatan cyber, katanya.

FIA mengatakan dalam pernyataannya jika kelompok itu terlibat dalam kegiatan hacking dan mengotori ribuan situs web milik pemerintah, non-pemerintah dan organisasi internasional.

"Mereka juga terlibat dalam pembajakan kartu kredit dan penggunaan kartu kredit hasil curian," katanya.

"Pakbugs" didirikan Jawad Ihsan, alias Humza, kelompok ini diyakini berbasis di Arab Saudi, kata pernyataan itu.

Disebutkan, co-founder kelompok itu Hassan Khan telah ditahan di Pakistan barat laut kota Peshawar, bersama dengan anggota lain di Lahore, Bannu dan Rawalpindi.

Namun, Idrees menolak keterlibatan para hacker tersebut dalam terorisme dan mengatakan, para pria itu dikenakan hanya dengan uu kejahatan elektronik.

Pakistan saat ini sedang memerangi terorisme dan kejahatan teknologi tinggi, pada tahun 2008 menyatakan cyber-terorisme adalah kejahatan besar, sedangkan penipuan elektronik bisa diancam dengan hukuman penjara tujuh sampai sepuluh tahun.

[muslimdaily.net/dwn]

Komunitas Internet Indonesia Terkena Embargo

Kamis, 22 Juli 2010


oleh : Donny B.U., M.Si. *

Indonesia lagi-lagi kena embargo, dan kini yang diembargo adalah nomor Internet Protocol (IP) Indonesia, kartu kredit Indonesia dan alamat Indonesia. Aksi embargo tersebut merupakan sebuah aksi "collective punishment" yang dilakukan oleh komunitas Internet dunia, lantaran Indonesia nyata-nyata sebagai salah satu negara terbesar asal pelaku cyberfraud atau carding (pembeli barang di Internet menggunakan kartu kredit bajakan).

Hal tersebut bukan isapan jempol belaka, karena menurut hasil riset terkini yang dilakukan oleh perusahaan sekuriti ClearCommerce (ClearCommerce.com) yang berbasis di Texas, dinyatakan bahwa Indonesia berada di urutan kedua negara asal pelaku cyberfraud (setelah Ukraina. Ditambahkan pula bahwa sekitar 20 persen dari total transaksi kartu kredit dari Indonesia di Internet adalah cyberfraud. Riset tersebut mensurvey 1137 merchant, 6 juta transaksi, 40 ribu customer, dimulai pada pertengahan tahun 2000 hingga akhir 2001.

Embargo tersebut berdampak langsung pada setiap transaksi e-commerce yang berasal dari Indonesia, menggunakan kartu kredit Indonesia atau alamat pengiriman yang ditujukan ke Indonesia. Jumlah situs-situs e-commerce yang mengembargo Indonesia sudah sangat signifikan, kalau tidak mau disebut mengkhawatirkan. Situs Amazon.com misalnya, sebagai situs favorit para pecinta buku, sudah sangat selektif menerima orderan dari Indonesia. Sangat sedikit pesanan dari atau ke Indonesia, serta menggunakan kartu kredit Indonesia yang dikabulkan.

Setali tiga uang, Network Sollutions - NetSol.com, tempat mangkalnya ribuan nama domain com/net/org, juga melakukan langkah serupa. Bagi nama domain yang sudah terlanjur mangkal di sana masa berlakunya sudah mendekati kadaluarsa, jangan berharap akan mudah diperpanjang kembali masa sewanya jika kita menggunakan kartu kredit Indonesia atau ber-IP Indonesia.

Korbannya adalah domain cantik BatuTulis.com yang telah bertahun-tahun dimiliki oleh Michael Sunggiardi, seorang pengusaha Internet asal Bogor, terpaksa harus berpindah tangan ke milik orang Israel, lantaran kartu kredit milik Michael ditolak mentah-mentah oleh NetSol. Walhasil, situs yang pada mulanya berisi penawaran produk-produk komputer, kini beralih menjadi situs penjaja adult VCD.

Modus Operandi

Beberapa bentuk aksi-aksi kejahatan teknologi informasi (TI), khususnya cyberfraud, sebenarnya dapat diwaspadai dan dicegah sebelum semakin memburuk seperti saat ini. Aksi cyberfraud kerap dilakukan di warung internet (warnet) karena biasanya satu IP akan digunakan beramai-ramai oleh beberapa komputer sekaligus, sehingga tidak akan terlacak pada satu komputer saja. Atau bisa pula dari rumah menggunakan akses dial-up menggunakan account milik orang lain atau dari Internet Service Provider (ISP) yang tidak memiliki fasilitas pencatatan (logs) nomor telepon pen-dial dan durasi waktu online.

Baik melalui warnet ataupun dial-up, untuk menyamarkan IP Indonesia, kerap digunakan fasilitas IP-spoofing. Sehingga merchant tidak akan curiga karena IP yang digunakan seolah-olah bukan datang dari Indonesia. Untuk pengiriman barang, para carder (sebutan bagi para pelaku cyberfraud) akan mencantumkan nama negara lain, selain Indonesia, pada data alamat pengiriman. Pihak merchant tentu tidak akan curiga. Asalkan alamat jelas, ada nama kota dan kode pos Indonesia, maka meskipun nama negara yang ditulis adalah bukan Indonesia, perusahaan courier service akan berbaik hati dengan tetap mengantarkannya ke Indonesia. Salah satu nama negara yang menjadi favorit para carder adalah Singapore.

Berdasarkan pengamatan penulis, salah satu faktor yang menyuburkan cyberfraud adalah keberadaan komunitas maya (chatroom) para carder Indonesia di Internet. #Yogyacarding dan #Indocarder di server DALnet adalah satu dari sekian banyak tempat tongkrongan maya para carder untuk berbagi informasi yang berkaitan dengan aktifitas cyberfraud.

Sebagai sebuah komunitas maya, tentu saja para carder ini memiliki karakteristik komunikasi yang unik. Rasa kesetiakawanan, kesediaan saling berbagi informasi dan siap tolong-menolong antar mereka sudah sedemikian kental. Itu pulalah yang menyebabkan mengapa para carder di chatroom tersebut "membalas dendam" kepada KRMT Roy Suryo, seorang pengamat telematika dari Yogya, yang dianggap telah menjebloskan rekannya ke penjara Yogya beberapa bulan lalu. Bentuk balas dendamnya adalah dengan membuat situs yang dapat digunakan untuk melakukan verifikasi dan validasi kartu kredit bajakan dengan alamat www.roysuryo.com.

Lambatnya Antisipasi

Maraknya aktifitas cyberfraud dan diikuti oleh peng-embargo-an IP Indonesia ini merupakan salah satu bukti lambatnya langkah antisipasi yang dilakukan oleh pihak terkait di Indonesia. Di satu sisi, para carder notabene adalah anak-anak muda yang karena rasa penasaran dan keingin-tahuannya, meskipun tidak sedikit pula yang bermotivasi bisnis, mencoba-coba melakukan cyberfraud. Sebagai sebuah kumpulan anak muda, proses transformasi pengetahuan antar peer-group akan dibarengi dengan motivasi-motivasi tertentu. Sekali berhasil, akan ketagihan, dan akan menulari rekan sejawatnya untuk mengikuti dan mengembangkan langkah-langkah cyberfraud yang lebih cepat dan aman.

Di sisi lain, pihak kepolisian tampaknya tidak menganggap cyberfraud adalah masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, meskipun memang beberapa carder di Batam, Yogya, Bandung, Jakarta dan kota-kota lainnya sudah ada yang dikejar, ditangkap hingga disel. Menurut AKBP Brata Mandala, Kasubdit Pidana TI Mabes Polri, cyberfraud adalah hal yang "kecil" ketimbang masalah cyberterorrism yang lebih diwaspadai oleh pihak kepolisian. Hal tersebut disampaikannya dalam suatu forum diskusi tentang cybercrime pada akhir September 2002.

Tentu saja, selain dituntut kesigapan dan keseriusan dari pihak kepolisian, dasar hukum sebagai landasan bergeraknya pun harus disiapkan. Rancangan Undang-undang (RUU) Pemanfaatan Teknologi Informasi (PTI) racikan tim fakultas hukum Universitas Padjajaran dan RUU Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik (IETE) racikan tim fakultas hukum Universitas Indonesia tak kunjung sampai ke tangan wakil rakyat di DPR.
Bahkan kedua draft RUU tersebut, yang pembuatannya menghabiskan dana ratusan juta dari pajak rakyat, sempat dijadikan ajang adu-gengsi antar kedua mazhab tersebut dalam beberapa kesempatan bertemu muka di hadapan publik. Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi yang diharapkan menjadi ujung tombak disampaikannya draft RUU tersebut kepada DPR, masih belum bergeliat dan bahkan disinyalir tengah menyusun draft RUU cyberlaw sendiri.

Berbalik pada Komunitas

Memang akhirnya kita tidak bisa sekedar berpangku tangan dan menyerahkan segala penanganan cybercrime kepada pemerintah yang kurang perhatian terhadap industri TI di Indonesia. Komunitas Internet sendirilah yang harus memulai melakukan langkah-langkah antisipasi. Di dalam mailing-list Asosiasi-Warnet@yahoogroups.com sudah mulai terbangun kesepakatan untuk memasang pamflet berisi imbuhan kepada pelanggannya untuk tidak melakukan tindakan cybercrime.

Alangkah bagusnya kalau imbuhan tersebut disertai pula dengan syarat menitipkan kartu tanda pengenal semisal KTP bagi para penyewa warnet dan mendatanya. Hal tersebut selain dapat menjadi hambatan psikologis bagi penyewa untuk berbuat jahat, juga dapat mempermudah dan mempercepat pihak kepolisian dalam menyelusuri aksi cybercrime yang dilakukan di warnet sehingga operasi bisnis warnet tersebut tidak terganggu. Selain itu, peran ISP juga diperlukan, khususnya dalam menyediakan fasilitas logs yang lengkap dan tersimpan apik jika sewaktu-waktu diperlukan sebagai barang bukti.

Peran institusi semisal Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT) yang bermarkas di Institut Teknologi Bandung dan didukung oleh para relawan TI juga perlu ditingkatkan. Dengan mengoptimalkan peran dan fungsi ID-CERT, komunitas Internet Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya memiliki tempat mengadu dan mendapatkan solusi atas kasus-kasus cybercrime yang terjadi.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah, pihak-pihak yang terkait bisa lebih jauh memahami keberadaan dan karakteristik komunitas maya para carder, sehingga langkah-langkah persuasif yang simpatik dapat dilakukan dengan cara memahami kehidupan mereka dan memberikan pemahaman kepada para carder, ketimbang harus langsung menempuh jalur hukum yang reaktif dan menghabiskan biaya besar.

*) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. Tulisan ini pernah dimuat oleh Kompas, 29 November 2002.

ICT Watch

Dephan Akan Laksanakan Uji Peluncuran 10 Rudal Dengan Hulu Ledak Berkekuatan Tinggi Di Baturaja

Rabu, 23 Juni 2010

Uji Roket PINDAD n LAPANGARUT - Depertemen Pertahanan akan melakukan uji peluncuran 10 rudal dengan hulu ledak berkekuatan tinggi di Baturaja, Sumatera Selatan, pada Oktober 2010.

Ujicoba itu dilakukan untuk mendukung upaya perlengkapan peralatan pertahanan negara.

“Jumlahnya 10 rudal yang akan kita luncurkan, empat rudal berhulu ledak, sedangkan sisanya rudal kosong,” ujar Kepala Depertemen Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Republik Indonesia Pos M Hutabarat, di Garut, Minggu (20/6/2010).

Menurutnya, rencana peluncuran roket tersebut dilakukan guna menilai kesanggupan negara mengurangi sejumlah pasokan peralatan perang yang selama ini kerap didominasi pasokan dari luar.

“Kita itu mampu untuk membuat. Sekarang kita berupaya bagaimana kita bisa menciptakan rudal sendiri,” kata Pos Hutabarat.

Lebih jauh Pos Hutabarat mengatakan, rudal yang akan diujikan nanti memiliki tiga jangkauan, yakni 12 kilometer, 20 kilometer, serta 30 kilometer. Sementara mengenai peluncurannya akan dilakukan bertahap sesuai daya jangkau roket tersebut.

“Peluncurannya bertahap. Satu rudal hulu ledak, kemudian satu rudal kosong,” kata dia.

Daerah Baturaja dipilih karena dinilai sangat cocok. Pasalnya, daerah tersebut cukup aman dari jangkauan penduduk yang cukup rendah.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Pusat Soewarto Herdhienata mengatakan, ada dua kategori rudal yang bisa diluncurkan oleh lembaga peluncuran milik negara seperti Lapan. Yang pertama, kata dia, bersifat jangka panjang dan lebih berdasarkan kemanusiaan. Sementara yang kedua lebih pada aspek keamanan, sehingga rudal yang diluncurkan memililiki hulu ledak.

Okezone

Terjunkan TNI Selamatkan Relawan WNI

Senin, 07 Juni 2010


JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harus berani menyuarakan kecaman atas serangan tentara Israel kepada sejumlah relawan kemanusiaan di perairan Gaza, yang menewaskan beberapa di antara mereka.

Seperti diwartakan, di antara para relawan tersebut juga terdapat Warga Negara Indonesia (WNI). Mengingat keselamatan mereka (WNI) di luar negeri adalah juga tugas pertahanan Tentara Nasional Indonesia, sikap konkret pemerintah seharusnya bisa ditunjukkan dengan meminta persetujuan legislatif untuk mengerahkan kekuatan TNI ke sana. Jika inisiatif konkret tidak muncul dari pemerintah, DPR bisa mengambil alih dengan memaksa Presiden Yudhoyono mengirimkan pasukan terpilih TNI untuk misi penyelamatan WNI tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Andi Widjojanto, Selasa (1/6/2010), saat dihubungi Kompas. Andi mencontohkan negara maju seperti Amerika Serikat, yang memang sangat peduli (concern) pada keselamatan warganegaranya yang berada di luar negeri. Secara khusus pemerintah AS bahkan menugaskan pasukan marinir mereka, yang disiapkan di setiap Kedutaan Besar AS di mana pun, sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk mengevakuasi Warganegara AS dalam kondisi tertentu.

“Mereka (Marinir AS) adalah orang-orang yang paling akhir keluar dari suatu negara setelah semua warganegara mereka sudah dievakuasi semua. Dalam kasus serangan militer Israel kepada relawan, yang sebagian terdiri dari WNI, pemerintah harus turun tangan dengan mengirim sepasukan khusus TNI dalam misi penyelamatan. Hal serupa juga seharusnya dilakukan ketika sejumlah WNI kita yang bekerja di kapal berbendera Malaysia, beberapa waktu lalu disandera para pembajak di Somalia. Sayangnya saat itu pun pemerintah tidak lakukan penyelamatan,” ujar Andi.

Andi menambahkan, serangan militer Israel terhadap para relawan kemanusiaan kali ini bisa diterjemahkan sebagai bentuk agresi negara sekaligus kejahatan serius. Apalagi sebelum serangan tidak pernah dilaporkan adanya provokasi. Tidak cuma itu, keberadaan kapal-kapal yang mengangkut para relawan pun masih berada di perairan internasional.

Lebih lanjut Andi menilai, seharusnya pemerintah bisa menganggap serangan yang dilakukan militer Israel terhadap sejumlah WNI yang menjadi bagian relawan kemanusiaan itu sebagai bentuk invasi agresi asing. Keberadaan invasi agresi asing tersebut harus diinterpretasikan akan membahayakan dan menyerang salah satu dari tiga komponen negara dan bangsa, yaitu komponen teritorial, komponen keselamatan warga negara, dan komponen kedaulatan politik.

“Jelas-jelas ini kan menyerang dan membahayakan komponen warganegara kita. Jadi militer harus diterjunkan untuk mengatasi itu. Apalagi jelas-jelas serangan dilakukan ke warga sipil yang ada di kapal sipil, di perairan internasional, tanpa ada provokasi terlebih dahulu, dan tidak ada upaya mendahulukan langkah terakhir selain menyerang. Oleh karena itu pengerahan pasukan TNI sudah bisa dilakukan tentunya dengan persetujuan DPR,” ujar Andi.

Jika persetujuan dari DPR dan perintah Presiden sudah jelas, maka tinggal Panglima TNI memilih dan menentukan unit satuan apa yang kapasitasnya cakap untuk melakukan tugas tersebut. Andi menyayangkan, sampai saat ini pemerintah dan TNI tampaknya memang belum pernah terpikir untuk menyiapkan satu pasukan kecil khusus yang militan dan bersedia bergerak ke mana pun untuk menyelamatkan WNI walau cuma satu dua orang.

“Sepertinya memang tidak ada yang seperti itu dalam strategi pertahanan kita dan memang belum pernah dipikirkan. Pemerintah harus mulai memikirkan bagaimana melindungi keselamatan jiwa WNI di luar negeri terutama dalam konteks konflik,” ujar Andi.

Warga Israel Kaget Pasukan Komando Mereka “Dikalahkan” Aktivis

Kamis, 03 Juni 2010

Warga Israel Kaget Pasukan Komando Mereka "Dikalahkan"  AktivisJerusalem - Masyarakat Israel lewat berbagai media mempertanyakan aksi penyerbuan komando ke kapal-kapal bantuan tujuan Gaza.

Warga di negeri Yahudi itu kaget melihat cuplikan tayangan bahwa pasukan komando elit angkatan laut mereka dipukuli dan dilempar ke laut oleh para demonstran yang hanya bersenjatakan tongkat dan pisau.

Sebelumnya, warga Israel selalu bangga dengan berbagai operasi militer maupun penyelamatan yang gagah berani dan penuh rahasia.

“Pertanyaan yang tak habis-habisnya muncul. Kemana kreativitas Israel yang dibanggakan? Mengapa pilihan paling buruk yang ditempuh? Di mana Kepala Staf Angkatan Darat? Mana badan intelijen? ” tulis Ari Shavit di koran Haaretz yang beraliran kiri-tengah.

“Kenapa kita tidak memperketat pengepungan di Gaza, tapi justru memperketat pengepungan pada diri kita sendiri? “

Koran-koran yang terbit pagi dipenuhi dengan kritik terhadap misi tersebut. Banyak yang bertanya-tanya mengapa pihak pertahanan sampai keliru menilai situasi. Mereka juga mempertanyakan mengapa tidak digunakan gas air mata atau granat asap untuk “membersihkan” dek kapal Mavi Marmara sebelum pasukan komando meluncur dengan tali dari helikopter (rappelling) dan tanpa senjata di tangan.

“jika Mahmoud Ahmadinejad itu sama dengan Bunda Theresa, maka Turki flottilla itu berarti ‘flottilla perdamaian’, ” tulis Ben Caspit di harian Maariv seperti dikutip AFP.

“Operasi angkatan laut itu benar-benar bodoh. Itu campuran berbagai kesalahan yang menyebabkan kegagalan memalukan, “tambah Caspit.

“Tapi di atas (militer) ada eselon politik. Merekalah yang membuat keputusan. Keputusan yang seharusnya penuh kehati-hatian. Mereka yang bertanggung jawab atas skenario tak terduga ikatan dan skenario. Eselon ini kemarin gagal total secara menyedihkan. “

Harian beroplah besar Yediot Aharonot juga menuding kepemimpinan politik sebagai biang kegagalan. Kolumnis Sever Plotsker meminta Menteri Pertahanan Ehud Barak mengundurkan diri karena telah “gagal.”

“Tidak ada sapu yang cukup lebar untuk menyapu kesalahan ni hingga ke bawah karpet,” tulis Plotsker.


Antara

Orang Pakistan Ciptakan Facebook Muslim

Rabu, 02 Juni 2010


Tampilan situs milatFacebook

Islamabad, (tvOne).
Orang Pakistan, yang marah pada Facebook sehubungan dengan karikatur yang menghujat Nabi Muhammad SAW, telah menciptakan laman jejaring pemisahan diri yang mereka impikan dapat menghubungkan 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia.

Sekelompok enam profesional muda TI dari Lahore, ibukota budaya dan hiburan Pakistan, meluncurkan www.millatfacebook.com pada Selasa buat orang Muslim untuk berinteraksi "daring" (dalam jaringan) dan memprotes penghujatan.

Perusahaan swasta tersebut lahir setelah satu pengadilan Pakistan memerintah pemblokiran terhadap Facebook sampai 31 Mei, karena rakyat Pakistan tersinggung dengan laman "Everyone Draw Mohammed Day" yang menghujat dan menistakan Rasulullah SAW.

"Millatfacebook adalah laman jejaring sosial pertama yang dimiliki Pakistan. Laman buat Muslim oleh Muslim, tempat orang-orang yang baik dari agama lain juga diterima dengan tangan terbuka," kata jejaring itu kepada orang tertarik untuk bergabung.

Setiap anggota memiliki "tembok" buat teman untuk menyampaikan komentar. Laman tersebut menawarkan fasilitas surat elektronik, foto, video, bercakap-cakap dan diskusi.

Dalam bahasa Urdu kata "Millat" digunakan oleh umat Muslim untuk merujuk kepada bangsa mereka. Jejaring itu menyatakan telah menarik 4.300 anggota dalam tiga hari belakangan --kebanyakan orang Pakistan yang mampu berbahasa Inggris dalam usia 20-an tahun.

Jumlah peminat diduga akan bertambah, tapi masyarakat tersebut hanya lah setetes air di lautan 2,5 juta penggemar Facebook di Pakistan dan ada reaksi pedas pada saat peluncuran jejaring itu.

"Kami ingin memberitahu orang-orang Facebook, `jika mereka macam-macam dengan kami, mereka harus menghadapi konsekuensi`," kata Usman Zaheer (24), pemimpin petugas pelaksana rumah perangkat lunak yang menampung laman baru tersebut.

"Jika seseorang menghujat Nabi Muhammad SAW, maka kami akan menjadi pesaing mereka dan memberi kerugian besar dalam bisnis," katanya. Dia memimpinkan dapat membuat jejaring sosial Muslim terbesar.

Segera setelah bergabung, anggota baru hanya satu klikan saja dari perdebatan di laman buletin.

Misalnya adalah "Enticing Fury" menulis, "Alasannya ialah forum ini harus tersedia buat SEMUA MUSLIM DI DUNIA dan bukan hanya di Pakistan. Jadi, penggunaan kata MILLAT sangat bagus! Selamat teman-teman. Kalian telah membuat pilihan yang sangat luar biasa buat seluruh umat Muslim!" (Ant)